Tips Kesehatan

 
 
 
Berita Medis
 
Kalender
23 October 2017
SunMonTueWedThuFriSat
24252627282930
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930311234
 
Visitor
Flag Counter
SEBEL, SEKRET VAGINA KERING
Tanggal Posting : Kamis, 22 Juni 2017 | 07:46
Pengirim : RS DIRGAHAYU - dibaca 57 kali

SEBEL, SEKRET VAGINA KERING ..

Jika kondisi vagina kering, tentu membuat tidak nyaman saat berhubungan seks. Tidak hanya perempuan yang merasa sakit, penis pun sakit akibat sulit gesekan yang kering tanpa pelumas. Cairan yang kerap berfungsi sebagai pelumas ini disebut secret vagina. “banyak yang mempengaruhi produksi secret vagina. Pada perempuan, kondisi psikologis sangat penting. Kalau lagi sebel sama suaminya, saat diajak berhubungan kering. Paling penting adalah rasa cinta. Do it with love and enjoy it,” papar dr. Boyke Soebhali,SpU saat di temui di RS Dirgahayu Samarinda. Dokter spesialis Urologi tersebut mengatakan, kering bukan berarti tidak cinta. Bisa jadi perempuan sedang banyak pikiran, banyak kerjaan dikantor atau dimarahi bos. Hal tersebut  mempengaruhi produksi kelenjar secret vagina. “Bukan masalah banyak – sedikit. Terlalu banyak juga tidak enak, terlalu sedikit, kering,” ucap anggota asosiasi seksolog Indonesia sekaligus Internasional society sexual medicine tersebut.

Dr Boyke mengatakan, perempuan yang sudah menopause praktisnya tidak menghasilkan secret vagina. Sebab hormon estrogen yang dihasilkan sudah rendah sekali. Secret vagina berhubungan erat dengan hormone pada perempuan. “Karena itu, salah satu metode kontrasepsi adalah melihat secret vagina. Kalau sekretnya encer, berarti sedang tidak subur. Kalau kental berarti sedang subur,” ucap lelaki berambut panjang tersebut. Saat perempuan sedang dalam masa subur, secret vagina yang dihasilkan biasanya lebih banyak.

Selain faktor menopause, vagina yang kering juga dapat dipicu oleh berbagai kondisi umum seperti berikut :

  • Kurang melakukan pemanasan atau foreplay sebelum melakukan hubungan intim.
  • Memiliki masalah dalam hubungan dengan pasangan atau lingkungan sosial.
  • Stres.
  • Merasa cemas.
  • Menggunakan produk kebersihan tertentu seperti sabun yang keras ataupun spray.
  • Vagina terkena detergen.
  • Vagina terkena bahan kimia seperti bahan kimia yang ada di pemandian air panas atau kolam renang.
  • Baru melahirkan atau sedang menyusui.
  • Pernah menjalani operasi pengangkatan indung telur atau ovarium.
  • Menjalani perawatan untuk kanker seperti kemoterapi atau radioterapi.
  • Mengonsumsi antidepresan tertentu ataupun obat-obatan dekongestan.
  • Memiliki alergi.
  • Menderita diabetes.

Untuk menjaga vagina lebih lembap, cobalah gunakan pelembap vagina maupun pelumas berbahan dasar air. Dengan begitu, Anda juga bisa melakukan hubungan seksual dengan lebih relaks. Anda juga dianjurkan untuk menghindari penggunaan busa mandi, sabun beraroma, serta lotion di sekitar area sensitif vagina. Produk-produk ini bisa memperburuk kondisi vagina kering.

Hms-RSD/KP2017