Tips Kesehatan

 
 
 
Berita Medis
 
Kalender
20 October 2018
SunMonTueWedThuFriSat
30123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031123
3456789
 
Visitor
Flag Counter
JANGAN SEPELEKAN PERAWATAN GIGI MASA ANAK-ANAK, BISA MASALAH SAAT DEWASA LOOH...
Tanggal Posting : Sabtu, 17 Februari 2018 | 09:14
Pengirim : RS DIRGAHAYU - dibaca 92 kali

 

Rasa takut, trauma, menjadi beberapa masalah yang paling sering ditemui ketika ingin membawa anak berobat ke dokter gigi. Tak mau anaknya terlihat menderita atau masalah gigi anak juga dirasa belum mengkhawatirkan, atau karena kurangnya pengetahuan seputar kedokteran gigi anak, sebagian orangtua lebih memilih mendiamkan masalah, dan memutuskan tak perlu datang ke dokter gigi.

Padahal di lain sisi, membiarkan masalah atau abai melakukan perawatan sejak dini sangat berpotensi menimbulkan permasalahan gigi ketika anak dewasa nantinya. Dokter spesialis gigi anak di RS Dirgahayu Samarinda, drg Olivia Trifina Ngo, MDSc., Sp.KGA menuturkan, masalah-masalah ini sebenarnya sudah lama terjawab dengan hadirnya spesialisasi kedokteran gigi anak.

Bidang kedokteran gigi anak ini bertujuan mencegah dan merawat penyakit gigi dan mulut secara komprehensif, baik anak yang normal atau anak berkebutuhan khusus (ABK), yang berusia 0 - 12 tahun.

Karena yang dihadapi adalah anak-anak, tutur Olivia, maka pendekatan yang dilakukan juga harus sesuai psikologis anak, sehingga anak-anak tidak trauma ketika dibawa ke dokter gigi.

"Kedokteran gigi anak ini lebih ke manajemennya. Kalau anak-anak, ketika ke dokter gigi kan mikirnya sakit, takut, jadi manajemennya juga berbeda dengan pasien dewasa," tutur Olivia ketika berbincang-bincang di ruang praktiknya di RS Digahayu Samarinda, Jalan Merbabu, Sabtu (10/2/2018).

Dijelaskannya, pelayanan kedokteran gigi anak ini sebenarnya cukup banyak dan kompleks. Untuk pencegahan (preventif) meliputi pencegahan gigi berlubang (caries), mencegah semakin berkembangnya caries, menubah kebiasaan buruk anak, diantaranya menggunakan dot terlalu lama, suka mengigit jari, yang bisa berdampak pada kerusakan gigi.

Juga ada langkah-langkah pengobatan ketika caries sudah terjadi (kuratif). Selain itu, juga ada upaya pemulihan(rehabilitatif), diantaranya penggantian gigi yang sudah hilang. Dan layanan-layanan ini, kini sudah tersedia di RS Dirgahayu, Samarinda, dari Senin - Jumat mulai pukul 15.00 Wita - 21.00 Wita, dan Sabtu pukul 07.00 Wita - 14.00 Wita.

"Kebiasaan-kebiasaan seperti ngedot terlalu lama, suka mengisap jari, juga bisa mempengaruhi kesehatan gigi. Kebiasaan ini bisa dihilangkan," jelasnya.

Olivia mengakui bahwa saat ini, kedokteran gigi anak memang belum dikenal luas oleh masyarakat. Lambatnya pengenalan ini juga diakibatkan penanganan kesehatan berjenjang yang diterapkan pemerintah melalui Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Rata-rata, penanganan kasus kesehatan gigi anak memang berakhir di fasilitas kesehatan (faskes) tingkat I. 

Secara umum, menurutnya memang tidak ada masalah. Hanya saja, ada beberapa kasus yang sebenarnya memang harus ditangani oleh dokter spesialis gigi anak. 

Oleh karena itu, dia berharap agar apabila dokter gigi di faskes tingkat I merasa bahwa sang anak butuh penanganan khusus, segera merekomendasikan untuk ditangani di dokter gigi spesialis anak.

"Jadi kalau misalnya di faskes I tidak bisa menangani, kita bisa. Karena masih baru, mereka mungkin belum tahu," ujarnya.

Secara umum, kata Olivia, peralatan yang digunakan untuk anak-anak relatif sama dengan dewasa. Perbedaan peralatan hanya ada di beberapa item kecil, seperti tank untuk mencabut gigi yang ukurannya lebih kecil.

Olivia juga mengarisbawahi bahwa saat ini, ada pemahaman yang salah di orangtua dan masih terus  terpelihara hingga saat ini. Karena menganggap bahwa gigi anak akan kembali tumbuh, orangtua memilih memdiamkan permasalahan gigi anak. Padahal, jelasnya, jika sejak gigi susu sudah bermasalah, ada infeksi, akan berpengaruh pada gigi permanen nantinya.

"Karena gigi permanen ini posisinya tepat di bawa gigi susu. Jadi kalau infeksi di gigi susu menjalar sampai ke gigi permanen, nanti gigi permanennya juga bermasalah. Jadi lebih rapuh, lebih mudah berlubang," jelasnya.

Adanya masalah di gigi anak ini juga bisa membuat anak malas makan, atau mengunyah makanan menjadi tidak sempurna. Lebih jauh, hal ini akan berdampak pada kurangnya asupan nutrisi ke tubuh anak.

"Jadi nutrisi yang masuk juga tidak terserap dengan baik. Giginya sakit, malas makan, nutrisinya kurang. Masalahnya nanti ke tumbuh kembang anak," katanya.

Dia berharap agar masalah kesehatan gigi anak ini mendapat perhatian khusus dari masyarakat, khususnya dari para orangtua. Dengan peduli pada kesehatan gigi anak sejak dini, kesehatan anak di masa yang akan datang juga menjadi lebih baik dan terjamin.

"Awal mula kesehatan itu kan memang sejak masa anak-anak," katanya. (*)

 

 

Tips Kesehatan lain
 
RS Dirgahayu Samarinda
JL.Gunung Merbabu No 62 Samarinda
email humas@rsdirgahayu.com
telp (0541) 742161
fax (0541) 744636,748310
Head Office Map
 
Copyright © 2015 www.rsdirgahayu.com All Rights Reserved
Web Development by YOGYAweb.com