Berita Medis

 
 
 
Berita Medis
 
Kalender
19 July 2018
SunMonTueWedThuFriSat
24252627282930
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930311234
 
Visitor
Flag Counter
RS DIRGAHAYU SAMARINDA LAYANI BEDAH PLASTIK
Tanggal Posting : Senin, 21 Mei 2018 | 09:30
Pengirim : RS DIRGAHAYU - dibaca 226 kali

 

dr.Yudhy : Banyak korban akibat praktik ilegal. Jangankan orang awam, seseorang yang berprofesi sebagai dokter pun terkadang belum bisa menjelaskan dengan benar apa itu bedah plastik atau operasi plastik. Demikian dikatakan dr.Yudhy Arius,Sp.BP-RE, dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetika ketika mengawali perbincangan dengan Tribun Kaltim diruangannya di RS Dirgahayu Samarinda. Malah yang paling ekstrem kata dr.Yudhy, bedah plastik ini dihubung-hubungkan dengan barang-barang plastik yang biasa terlihat dilingkungan sekitarnya. Dijelaskannya, kata plastik berasal dari bahasa Yunani "plastikos" yang artinya membentuk. Dan kata ini memang tepat untuk menggambarkan bidang keahlian yang digelutinya saat ini. "jadi tidak ada hubungannya dengan plastik", jelasnya. Bedah plastik jelas dr.Yudhy terbagi dua, yakni tindakan untuk rekonstruksi dan estetika. Bagi yang sudah mengenal bedah plastik, juga masih ada anggapan bahwa bedah ini hanya identik dengan membuat hidung lebih mancung, lebih cantik, membuat kelopak kantung mata dan lainnya. Padahal jelas alumnus Universitas Hasanuddin Makassar dan Universitas Airlangga ini, yang bisa dikerjakan dengan bedah plastik ini cukup banyak dan cangkupannya luas. Pada tindakan rekonstruksi, bedah plastik bisa dilakukan untuk memperbaiki penyakit bawaan seperti bibir sumbing, jari yang dempet (sidaktili). Juga bisa dilakukan untuk trauma kecelakaan & korban kebakaran.

Secara umum , tindakan-tindakan yang memang membutuhkan bedah plastik ini sudah bisa dilakukan di RS Dirgahayu dengan jadwal setiap hari Rabu dan Jum’at pukul 18.00 -20.00 Wita. Dan tidak menutup kemungkinan jadwal tersebut bisa ditambah. Bicara seputar bedah platik, khususnya yang berhubungan dengan estetika kata dr. Yudhy ada fakta yang membuat miris. Saat ini di Kota Samarinda, atau bahkan Kaltim, masih banyak masyarakat yang lebih mempercayakan bedah plastik bedah plastik khususnya masalah estetika ke klinik-klinik kecantikan atau bahkan pihak-pihak yang bukan ahlinya. Alasannya selain lebih murah, masyarakat seperti ini memang kurang mendapat informasi tentang bagaimana dan siapa yang sebenarnya yang bisa melakukan bedah palstik tersebut.

"Mereka banyak yang datang ke klinik kecantiakan atau tempat ilegal. Akhirnya dikasih suntikan yang kita tidak tahu terbuat dari bahan apa. Silikon cair itu sekarang banyak disuntikkan oleh-orang-orang yang tidak berkompeten, silicon cair itu sebenarnya untuk pabrik bukan untuk manusia,” ujarnya. Dr.Yudhy sendiri mengaku sudah sering didatangi pasien yang menjadi korban dari praktik bedah plastic yang bukan pada ahlinya. Dan yang membuat miris lagi, pasien yang datang sudah dalam kondisi parah dan sudah terjadi banyak komplikasi. Dia menegaskan dalam kondisi tertentu, resiko paling fatal dari bedah plastic yang bukan pada ahlinya ini adalah kematian. Dan perlu digarisbawahi, jika sudah menimbulkan dampak negative, biaya yang diperlukan untuk mengobati tentu akan jauh lebih besar. Untuk itu dia berharap agar masyarakat yang ingin melakukan bedah plastic menempuh cara aman dan mempercayakan kepada orang-orang yang memang memiliki keahlian dibidang tersebut karena resikonya sangat besar. Kurangnya informasi juga membuat sebagian masyarakat lebih melakukan bedah plastic diluar daerah bahkan diluar negeri. Perlu diketahui, kata Yudhy seluruh bedah palstik sudah bisa dilakukan di Samarinda. Dep-tribun/hms-rsd/2018

 

 

Berita Medis lain
RS DIRGAHAYU SAMARINDA LAYANI BEDAH PLASTIK
Tanggal Posting : Senin, 21 Mei 2018 | 09:22
Pengirim : RS DIRGAHAYU - dibaca 226 kali

 

dr.Yudhy : Banyak korban akibat praktik ilegal. Jangankan orang awam, seseorang yang berprofesi sebagai dokter pun terkadang belum bisa menjelaskan dengan benar apa itu bedah plastik atau operasi plastik. Demikian dikatakan dr.Yudhy Arius,Sp.BP-RE, dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetika ketika mengawali perbincangan dengan Tribun Kaltim diruangannya di RS Dirgahayu Samarinda. Malah yang paling ekstrem kata dr.Yudhy, bedah plastik ini dihubung-hubungkan dengan barang-barang plastik yang biasa terlihat dilingkungan sekitarnya. Dijelaskannya, kata plastik berasal dari bahasa Yunani "plastikos" yang artinya membentuk. Dan kata ini memang tepat untuk menggambarkan bidang keahlian yang digelutinya saat ini. "jadi tidak ada hubungannya dengan plastik", jelasnya. Bedah plastik jelas dr.Yudhy terbagi dua, yakni tindakan untuk rekonstruksi dan estetika. Bagi yang sudah mengenal bedah plastik, juga masih ada anggapan bahwa bedah ini hanya identik dengan membuat hidung lebih mancung, lebih cantik, membuat kelopak kantung mata dan lainnya. Padahal jelas alumnus Universitas Hasanuddin Makassar dan Universitas Airlangga ini, yang bisa dikerjakan dengan bedah plastik ini cukup banyak dan cangkupannya luas. Pada tindakan rekonstruksi, bedah plastik bisa dilakukan untuk memperbaiki penyakit bawaan seperti bibir sumbing, jari yang dempet (sidaktili). Juga bisa dilakukan untuk trauma kecelakaan & korban kebakaran.

Secara umum , tindakan-tindakan yang memang membutuhkan bedah plastik ini sudah bisa dilakukan di RS Dirgahayu dengan jadwal setiap hari Rabu dan Jum’at pukul 18.00 -20.00 Wita. Dan tidak menutup kemungkinan jadwal tersebut bisa ditambah. Bicara seputar bedah platik, khususnya yang berhubungan dengan estetika kata dr. Yudhy ada fakta yang membuat miris. Saat ini di Kota Samarinda, atau bahkan Kaltim, masih banyak masyarakat yang lebih mempercayakan bedah plastik bedah plastik khususnya masalah estetika ke klinik-klinik kecantikan atau bahkan pihak-pihak yang bukan ahlinya. Alasannya selain lebih murah, masyarakat seperti ini memang kurang mendapat informasi tentang bagaimana dan siapa yang sebenarnya yang bisa melakukan bedah palstik tersebut.

"Mereka banyak yang datang ke klinik kecantiakan atau tempat ilegal. Akhirnya dikasih suntikan yang kita tidak tahu terbuat dari bahan apa. Silikon cair itu sekarang banyak disuntikkan oleh-orang-orang yang tidak berkompeten, silicon cair itu sebenarnya untuk pabrik bukan untuk manusia,” ujarnya. Dr.Yudhy sendiri mengaku sudah sering didatangi pasien yang menjadi korban dari praktik bedah plastic yang bukan pada ahlinya. Dan yang membuat miris lagi, pasien yang datang sudah dalam kondisi parah dan sudah terjadi banyak komplikasi. Dia menegaskan dalam kondisi tertentu, resiko paling fatal dari bedah plastic yang bukan pada ahlinya ini adalah kematian. Dan perlu digarisbawahi, jika sudah menimbulkan dampak negative, biaya yang diperlukan untuk mengobati tentu akan jauh lebih besar. Untuk itu dia berharap agar masyarakat yang ingin melakukan bedah plastic menempuh cara aman dan mempercayakan kepada orang-orang yang memang memiliki keahlian dibidang tersebut karena resikonya sangat besar. Kurangnya informasi juga membuat sebagian masyarakat lebih melakukan bedah plastic diluar daerah bahkan diluar negeri. Perlu diketahui, kata Yudhy seluruh bedah palstik sudah bisa dilakukan di Samarinda. Dep-tribun/hms-rsd/2018

 

 

Berita Medis lain
 
RS Dirgahayu Samarinda
JL.Gunung Merbabu No 62 Samarinda
email humas@rsdirgahayu.com
telp (0541) 742161
fax (0541) 744636,748310
Head Office Map
 
Copyright © 2015 www.rsdirgahayu.com All Rights Reserved
Web Development by YOGYAweb.com