Berita Medis

 
 
 
Berita Medis
 
Kalender
16 August 2017
SunMonTueWedThuFriSat
303112345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829303112
2345678
 
Visitor
Flag Counter
PENTINGNYA MCU DI USIA 40
Tanggal Posting : Kamis, 12 Januari 2017 | 10:57
Pengirim : RS DIRGAHAYU - dibaca 181 kali

PENTINGNYA MCU DI USIA 40

Penanganan Dini, Periksa sebelum Komplikasi

 

Ibarat mesin, saat mulai tua bagian-bagian mesin tidak cukup prima kinerjanya. Ada bagian yang mulai rusak. Begitu pula dengan manusia. Bertambah umur kondisi tubuh kurang fit. Untuk mengetahui risiko penyakit yang diderita sejak dini, maka diperlukan medical checkup(MCU). Kesehatan tubuh dapat lebih terpantau. Pepatah mengatakan mencegah lebih baik daripada mengobati.

Medical check up penting mulau usia lebih dari 40 tahun. Pemeriksaan diperlukan agar penyakit yang diderita dapat ditangani sejak dini. Hal ini untuk mencegah timbulnya komplikasi,” papar dr Merry Eviyanti, saat diwawancara Kaltim Post di Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda

Dia mengatakan, saat usia 40 tahun, kondisi tubuh sudah mulai menurun. Berbagai gejala penyakit mulai timbul. Bagi yang masih muda, MCU belum diperlukan kecuali mengalami keluhan.

“Banyak hal yang dapat diketahui dari medical check up. Pemeriksaan dimulai dari ujung kepala hingga ujung kaki,” ujar Merry, sapaan akrabnya.

Dia menjelaskan, pemeriksaan diawali dengan analisis riwayat penyakit, mulai dari daftar penyakit yang pernah dialami hingga penyakit keturunan. Selanjutnya, pemeriksaan fisik dari luar menggunakan stetoskopdan mata. Setelah itu, barulah pemeriksaan lebih dalam.

“Setelah pemeriksaan fisik, barulah tes laboratorium. Pada tes ini, terdiri dari pemeriksaan darah, urine, dahak, tinja, dan biopsi,” terang dia.

Dia menjelaskan, periksa darah untuk mengetahui kolesterol, gula darah, fungsi ginjal, fungsi hati, hepatitis, HIV, treponema pallidum hemagglutination (TPHA), sifilis, infeksi, dan kanker. Pemeriksaan darah tersebut adalah pemeriksaan secara umum sebagai petunjuk awal identifikasi penyakit. Jika dari pemeriksaan darah diketahui fungsi ginjal bermasalah, maka selanjutnya periksa ginjalnya.

“Tes urine untuk mengetahui fungsi ginjal, hati dan adanya infeksi. Sedangkan tes dahak, untuk mengetahui adanya tuberkolosis (TBC),” ujar dia.

Selanjutnya, dia mengatakan, tes tinja untuk melihat adanya kuman berbahaya, telur cacing dan protozoa di feses. Kemudian, biopsi adalah pengambilan jaringan tubuh untuk diperiksa di laboratorium. Jaringan yang diambil ialah tumor. Fungsinya untuk mengetahui sejauh mana bahaya tumor tersebut.

Setelah pemeriksaan laboratorium, adapula spirometri. Spirometri adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengukur secara objektif kapasitas dan fungsi paru (ventilasi) pada pasien dengan indikasi medis. Alat yang digunakan disebut spirometer.

“Pada spirometri, pasien akan meniup udara ke dalam alat. Penilaian akan dilihat melalui grafik yang muncul. Pada pemeriksaan ini, akan dilihat fungsi paru-paru terutama penderita asma,” papar dia.

Dia melanjutkan, MCU juga mencakup pemeriksaan audiometri. Yaitu pemeriksaan untuk mengetahui tingkat pendengaran dan jenis gangguannya bila ada. Pemeriksaan dilakukan memakai alat audiogram nada murni di dalam ruang kedap suara.

“Juga ultrasonografi (USG) pada perut dan dada. Pada USG di perut, akan dilihat adanya batu ginjal, periksa saluran kencing, empedu, usus buntu, rahim dan tumor. USG di dada untuk melihat adanya tumor payudara,” papar dia.

Tidak sampai situ, pasien juga melalui CT scan. “Pada CT scan dapat terlihat tumor, terutama saat seseorang terjadi kecelakaan dapat dilihat pendarahan otak, stroke, cedera kepala maupun benturan,” terang dia.

 

Sederet pemeriksaan lain yaitu rontgen, elektrokardiogram (EKG) dan elektroensefalografi (EEG).

 

RS DIRGAHAYU - EDISI SEHAT - KALTIM POST

Berita Medis lain
 
RS Dirgahayu Samarinda
JL.Gunung Merbabu No 62 Samarinda
email humas@rsdirgahayu.com
telp (0541) 742161
fax (0541) 744636,748310
Head Office Map
 
Copyright © 2015 www.rsdirgahayu.com All Rights Reserved