Berita Medis

 
 
 
Berita Medis
 
Kalender
26 September 2018
SunMonTueWedThuFriSat
2627282930311
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30123456
 
Visitor
Flag Counter
PENERAPAN PERDIRJAMPELKES 2, 3 DAN 5 TAHUN 2018 TAK HENTIKAN LAYANAN BAGI PESERTA JKN-KIS
Tanggal Posting : Senin, 13 Agustus 2018 | 08:16
Pengirim : RS DIRGAHAYU - dibaca 58 kali

PENERAPAN PERDIRJAMPELKES 2, 3 DAN 5 TAHUN 2018 TAK HENTIKAN LAYANAN BAGI PESERTA JKN-KIS

Samarinda, Jamkesnews - Salah satu mitra BPJS Kesehatan untuk melayani peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) adalah Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda. Rumah sakit swata ini telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sejak 31 Desember 2015 dengan rata-rata kunjungan Peserta JKN-KIS per bulan mencapai 12.000 peserta.

Direktur Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda dr. Yohanes Libut,M.Kes saat ditemui di ruang kerjanya menyampaikan, dalam melaksanakan pelayanan kepada peserta Rumah Sakit Dirgahayu tidak membeda-bedakan pasien.

"Baik pasien JKN-KIS atau pasien umum, perusahaan dan asuransi semua pasien diposisikan sama. Kami selalu berkomitmen untuk melayani dulu pasien, masalah bagaimana cara pembayarannya itu urusan nanti setelah pasien mendapat pertolongan. Layani dulu pasien dengan baik, selamatkan dulu pasien, value inilah yang selalu kami tanamkan kepada seluruh petugas Rumah Sakit Dirgahayu. Biarlah nanti masyarakat sendiri yang akan menilai kinerja kami," terang Yohanes.

Menanggapi over utilisasi karena serangan industri kesehatan di era saat ini, ia tak menampik bahwa over utilisasi masih terjadi tetapi hanya bersifat oknum saja.

“Kami terus memberi pembinaan kepada seluruh petugas rumah sakit untuk melayani pesien sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sebagai contoh fisioterapi bila tidak perlu sampai dengan delapan kali dalam satu bulan kenapa harus dipaksa untuk tetap delapan kali, meskipun berdampak pada pendapatan rumah sakit namun tetap harus sesuai dengan aturan,” ungkapnya.

Terkait Perdirjampelkes 2,3 dan 5 tahun 2018 Yohanes memiliki tanggapan tersendiri. Menurutnya, saat ini Rumah Sakit Dirgahayu telah melaksanakan ketiga Perdirjampelkes tersebut dan tidak ada masalah dalam implementasinya.

"Dalam implementasi Perdirjampelkes sama sekali tidak ada penghentian pelayanan, saya sampaikan ini untuk menepis kabar hoax yang banyak beredar di media,” ungkapnya bersemangat.

Ia menambahkan, terbitnya Perdirjampelkes ini untuk keberlangsungan Program JKN-KIS artinya semua unsur harus saling bersinergi. Pelaksanaan Program JKN-KIS ini bukan hal yang mudah bahkan Amerika pun belum sanggup untuk menerapkan. Negara-negara maju lainnya memerlukan puluhan tahun untuk mewujudkan sistem jaminan kesehatan nasionalnya.

"Program JKN-KIS baru berjalan beberapa tahun tentu hal yang wajar bila ada kendala-kendala, saya yakin kedepannya akan pasti akan lebih baik lagi. Program JKN ini sangat baik sekali, dengan gotong royong seluruh masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan, tanpa membeda-bedakan, program ini harus terus berlanjut untuk kepentingan masyarakat karena manfaatnya yang sangat besar,” harap Yohanes. 

Hadirnya Perdirjampelkes adalah sebagai upaya pelaksanakan pengembangan sistem pelayanan kesehatan, sistem kendali mutu pelayanan dan sistem pembayaran pelayanan kesehatan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas jaminan kesehatan, sehingga peserta program JKN-KIS dapat memperoleh manfaat pelayanan kesehatan yang bermutu, namun tetap memperhatiakan sustainabilitas program JKN-KIS. (KA/ej)